Drama yang Terjadi di Pekan-pekan Terakhir Divisi Championship

blackburn rovers liga champions

Drama terjadi pada pekan-pekan terakhir kompetisi kasta kedua Liga Inggris, yakni Divisi Championship. Sebelumnya Brighton & Hove Albion telah memastikan diri sebagai tim pertama dari Championship yang promosi ke Premier League musim depan. Saat itu mereka masih berada di puncak klasemen sementara. Namun demikian, mereka tersandung di pertandingan pamungkas dan terpaksa gagal mengangkat trofi walau telah dipastikan promosi.

Merupakan tim asuhan Rafael Benitez, Newcastle United, yang menjadi mimpi buruk bagi Brighton Hove & Albion. Di pertandingan terakhir, Brighton harus menelan kekecewaan usai hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 kontra Aston Villa. Padahal mereka sangat membutuhkan poin penuh jika ingin memastikan gelar juara Divisi Championship.

Di pertandingan lain, The Magpies malah sukses membungkam Barnsley dengan skor telak 3-0. Hasil itu membuat Newcastle naik ke posisi pertama, menyalip Brighton. Jarak kedua tim di klasemen akhir hanya satu poin. Dengan demikian, Newcastle dipastikan promosi ke Premier League musim depan, sekaligus menorehkan beberapa catatan impresif. Selain menjadi juara, mereka juga menjadi pencetak gol terbanyak, membuat selisih gol terbanyak dan meraih kemenangan terbanyak di Championship.

Di sisi lain, tim penghuni peringkat ke-22, Blackburn Rovers mengalami musim terburuk sepanjang sejarah mereka sesudah dipastikan terdegradasi ke divisi ketiga Inggris, League One, pada musim ini. Walau sukses menuai kemenangan 3-1 atas Brentford FC pada pertandingan pamungkas judi online di Divisi Championship, akan tetapi itu ternyata masih belum cukup untuk menyelamatkan tim yang pernah menjadi juara Premier League pada musim 1994/95 ini dari jurang degradasi.

Hal semacam ini terjadi karena di pertandingan yang lain, Birmingham City menuai kemenangan atas Bristol City dengan skor tipis 1-0, serta Nottingham Forest menaklukkan Ipswich Town 3-0. Walau keduanya sama-sama mempunyai 51 angka, akan tetapi Nottingham Forest lebih unggul selisih gol dari Blackburn. Andai saja satu dari dua klub itu mengalami kekalahan atau meraih hasil imbang, sebenarnya Blackburn masih tetap akan bertanding di divisi kedua Liga Inggris itu.

Dengan hasil ini, Blackburn pun jadi klub pertama dalam sejarah, sebagai klub yang pernah memenangkan Premier League, namun harus terdegradasi ke divisi ketiga sesudah 37 tahun lamanya. Blackburn sendiri sebenarnya sempat kembali ke Premier League yakni di musim 2011/12.

Pelatih Blackburn, Tony Mowbray, mengakui sangat kecewa lantaran tidak berhasil menyelamatkan timnya dari jurang degradasi. Akan tetapi, ia tetap memberikan pujian pada arsitek Birmingham, Harry Redknapp, yang sukses mengusung timnya lolos zona degradasi pada saat-saat terakhir.

“Pertama-tama, saya ucapkan selamat pada pelatih Birmingham, Harry Redknapp yang sukses menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi. Kami memainkan empat penyerang dan terus berupaya untuk menceploskan gol agar bisa menyalip perolehan Nottingham Forest, atau minimal mengharapkan Bristol City dapat menolong kami. Akan tetapi Forest telah melakukan apa yang mesti mereka kerjakan, demikian juga dengan Birmingham,” tutur Tony Mowbray.

Walau demikian, Mowbray tetap optimis klubnya bakal menjadi lebih kuat di League One, serta sesegera mungkin kembali bertanding di Championship. Ia juga meminta agar timnya bisa bangkit dari keterpurukan. Walau begitu, ia tetaplah menyoroti kenyataan kalau para pemainnya tidak berhasil mengoptimalkan peluang untuk mendapatkan angka pada laga-laga yang penting.

“Saya pastinya merasa kecewa. Tetapi seandainya semangat tinggi seperti di laga ini juga bisa ditularkan ke beberapa laga lain, tim ini pasti bakal begitu kuat di League One. Terdapat banyak laga yang harusnya dapat kami menangkan, akan tetapi kalau Anda tidak bisa memperoleh angka yang cukup hasil akhirnya memang tidak bisa dihindari,” katanya.

Para fans Blackburn yang merasa kecewa pun sontak menyalahkan pihak pemilik tim saat ini, yaitu Venky’s Group. Sang pemilik dinilai tidak melakukan investasi dengan baik, hingga Blackburn harus merasakan dua kali terdegradasi dalam tujuh tahun terakhir, yakni dari Premier League ke Championship, dan saat ini terdegradasi ke League One. Setelah mendapat kenyataan yang pahit itu, para fans Blackburn Rovers pun meramaikan Twitter dengan cuitan ungkapan kekecewaan mereka dan protes pada performa tim yang dinilai buruk sepanjang musim.